Kritik, Saran, Kesaksian

------------------- Kirim ke: immanuel_hkbp@yahoo.com ------------------- Kirim ke: immanuel_hkbp@yahoo.com ------------------- Kirim ke: immanuel_hkbp@yahoo.com ------------------- Kirim ke: immanuel_hkbp@yahoo.com ------------------- Kirim ke: immanuel_hkbp@yahoo.com -------------------

28 Juni 2010

PARHEHEON RNHKBP

HKBP Immanuel Kelapa Gading melaksanakan pesta Parheheon Remaja dan Naposo HKBP pada tanggal 27 Juni 2010. Pesta tersebut sangat meriah sebab para Remaja dan Naposo ikut terlibat dalam ibadah Minggu Pagi dan Sore. Bukan itu saja, mereka turut mengisi ibadah dengan puji-pujian dan tortor. LUAR BIASA.

Dalam pesta tersebut ketua Parheheon (Amrin Naibaho)yang pada saat itu berulang tahun memberikan kata sambutannya dengan semangat. Ia mengatakan bahwa pada Parheheon RNHKBP Immanuel Kelapa Gading tahun 2010 ini akan diisi dengan pertandingan Futsal antar gereja di Wilayah Jakarta Utara. Pada kesempatan yang sama, ketua Naposo HKBP (Evani br. Simatupang) juga memberikan informasi tentang perkembangan dan program kerja dari Remaja dan Naposobulung HKBP Immanuel Kelapa Gading dan didampingi oleh Lia br. Siregar dan Tony Sihombing.

Maju terus Remaja dan Naposobulung HKBP Immanuel Kelapa Gading !!
Tetap Bersatu
Seia, sekata, sehati dan sepikir di dalam Tuhan Yesus.

Read More......

26 Juni 2010

Renungan

1 Petrus 3 : 13 – 17
“Berjalan dalam kegelapan sambil tetap melihat kepada Terang besar”

Tidak ada manusia yang tidak memiliki pergumulan dalam hidupnya. Terkhusus bagi orang beriman, setiap rancangan hidup akan selalu dilihat dalam terang Iman, di mana Allah pencipta kita yakini masih tetap dan akan tetap memelihara hidup ini dan juga semua ciptaanNya. Demikianlah alam semesta termasuk didalamnya setiap orang beriman akan selalu “bergantung” kepada Allah, karena Ia menopang segala sesuatu dengan kebijaksanaan dan kekuatanNya.
Kita hidup di dunia yang Allah cipta menjadi tempat kita, yang mana kejahatan dan kesengsaraan ada didalamnya karena dosa. Tabiat manusia yang tidak mampu untuk mengasihi Allah dan takut akan Allah mendapat tempat dalam karya PenyelamatanNya. Di dalam kesengsaraan, kematian, dan kebangkitan Yesus Kristus, Allah telah memperlihatkan kuasaNya atas dosa dan kematian. Dengan rela hati Kristus merendahkan diriNya supaya menebus setiap orang (menebusku), manusia yang tersesat dan terhukum. Kristus menebus setiap orang (menebusku) dari segala dosa, kematian dan kuasa Iblis (Yoh 1:29, lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia)
Melalui kebangkitan Kristus, nyatalah bahwa Kristus adalah Putra Allah, ajaranNya adalah kebenaran, karyanya adalah demi pendamaian dunia, dan semua orang yang percaya kepada Kristus akan bangkit kepada hidup kekal. Karena Dialah “Terang Besar” yang akan selalu hadir dalam hati dan pikiran setiap orang yang menyerahkan dirinya kepadaNya. Biarlah ketika sedang berjalan dalam kegelapan, mata kita tetap terarah kepada “Terang Besar” itu.
Allah menyertai kita (Mat. 1:23),
sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau beserta ku; gadaMu dan tongkatMu, itulah yang menghibur aku (Mzm. 23:4).
Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar dan telingaNya kepada permohonan mereka yang minta tolong, tetapi wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat (1 Pet. 3:12). Melalui hal ini, baiklah dimengerti bahwa penyertaan Tuhan bukan berarti tidak ada pergumulan hidup, penyertaan Tuhan bukan berarti tidak ada lagi penderitaan, sebaliknya orang percaya juga terpanggil untuk menderita karena kebenaran. Kristus dianiaya bukan karena Dia berbuat dosa atau berbuat salah, Para Rasul dan juga orang-orang yang mati martir juga menderita dan dianiaya karena kebenaran (teguh mempertahankan iman mereka kepada Kristus).
Baiklah sebagai orang beriman, ketika kita merasa tidak ada lagi yang memberikan rasa aman, tidak ada lagi yang memberikan ketenangan, ketika dirasa jalan hidup ini akan berakhir, dunia ini menghimpit dan beban kita pun terasa berat, ingatlah :
Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diriKu sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepadaKu (Yoh. 8:28)
Kalau kamu dibangkitkan bersama Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah (Kol. 3:1-3)

Selamat menjalani hari-hari dalam satu minggu ke depan, Tuhan Yesus Memberkati…
“Berjalan dalam kegelapan sambil tetap melihat kepada Terang besar”

Read More......

18 Juni 2010

Ketaatan Mendatangkan Berkat (Yohanes 14:1-3)

Sebelum bangsa Israel memasuki tanah Kanaan, sebagai tanah perjanjian, Allah memberikan pesan penting yang harus dilakukan bansa Israel sebagai wujud ketaatannya kepada Tuhan yaitu sungguh-sungguh mendengarkan perintah Allah, mengasihi Tuhan Allah dan beribadah kepadaNya dengan segenap hati dan segenap jiwa. Allah tidak menginginkan bangsanya untuk mendua hati dan terbujuk hatinya untuk beribadah kepada allah lain. kita harus menyadari bahwa Tuhan sangat menghendaki kita pengikut-pengikutNya untuk mengedepankan keinginan Allah dari pada keinginan kita.

Tidak jarang orang gagal mengikut Tuhan karena hidupnya selalu didominasi keinginannya, sedikitpun tidak taat dan tidak tunduk kepada keinginan Tuhan. ketaatan patut mendapatkan tempat yang terutama dalam kehidupan kita sebagai pengikut Tuhan. kita jangan hanya menaati apa yang sesuai dengan keinginan kita. tetapi putuskanlah untuk taat pada seluruh kehendak Allah. karena ketaatan kita kepadaNya bukanlah hal yang sia-sia tetapi mendatangkan berkat bagi kita. setiap orang yang taat kepada firman Tuhan dan takut akan Tuhan, yang hidupnya sesuai kehendak Tuhan dengan setia pasti mendapat keberhasilan yang gemilang penuh berkat dan kedamaian hidup tetapi sebaliknya orang yang berpaling meninggalkan Tuhan dengan hidup menurut keinginan-keinginan daging dan dunia pasti mendapat kehancuran yang memalukan. Fakta Alkitab menuliskan, Allah memberkati Abraham karena ketaatan.

Ketaatan kepada Tuhan akan membawa kita pada suatu harapan yang bukan bergantung kepada dunia ini namun berharap akan upah di surga. Yesus berjanji akan menyiapkan dan memberikan kita tempat yang layak di surga. Mau ?

Read More......

13 Juni 2010

renungan

BERTOBATLAH, SEBAB HARI TUHAN SUDAH DEKAT

(Yoel 1 : 8 - 20)

Dalam banyak forum dan diskusi, selalu mencuat kekhawatiran tentang kelangsungan hidup manusia di bumi, menyangkut kelestarian alam raya, hubungan antar manusia dan hubungan manusia dengan Tuhannya. Memang sudah sepatutnya kita kuatir tentang kelestarian hidup di muka bumi, menyangkut kelestarian alam, karena setiap hari kita mendengar berita tentang bencana alam di sekitar kita (Banjir, tanah longsor dan gempa di mana-mana), belum lagi issu tentang pemanasan global yang sering diteriakkan oleh para pemimpin bangsa-bangsa di dunia. Demikian halnya dengan perdamaian dunia yang terancam oleh berbagai persoalan yang muncul karena masalah politik, ekonomi dan sosial. Sentimen agama menjadi ancaman yang dapat memicu konflik kemanusiaan. Berkenaan dengan itu, agama dan peribadahan di dalamnya sering tidak memerdekakan orang untuk mencintai sesama, tanpa membedakan ras, suku dan agamanya. Agama malah membangun fanatisme yang sempit daripada mendatangkan damai sejahtera tersebut. Kejahatan manusia semakin bertambah dan menganggap bahwa hari penghakiman Tuhan masih lama, atau sebagian orang merasa bahwa tentang hari penghakiman hanyalah dongeng para imam untuk menakut-nakuti manusia berbuat dosa. Kalau demikian bagaimanakah sikap kita ?

Firman Tuhan hari ini berseru kepada kita untuk kembali kepada Tuhan mengadakan doa puasa dan perkabungan, seperti mempelai wanita yang ditinggalkan oleh kekasihnya. Demikianlah firmanNya : “Adakanlah puasa yang kudus, maklumkanlah perkumpulan raya; kumpulkanlah para tua-tua dan seluruh penduduk negeri ke rumah TUHAN, Allahmu, dan berteriaklah kepada Tuhan”.(Yoel 1:14). Kapankah kita harus melakukan puasa dan pertobatan tersebut ? Hari inilah kita harus melakukannya, karena hari Tuhan akan segera datang. Firman Tuhan berkata : “Aku datang segera. Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorang pun mengambil mahkotamu”(Wahyu 3:11).

Saudara/i yang dikasihi Kristus, bila kita menyerukan pertobatan, maka hal itu harus meliputi : 1. Hubungan kita dengan alam raya. Dalam hal ini, marilah kita berbuat nyata, tidak lagi sekedar ikut membagas tentang illegal loging dan pemanasan global, Tapi janganlah ikut merusak lingkungan sekitar kita. 2. Hubungan dengan sesama, marilah kita bangun dengan siapapun tanpa dihambat oleh predikat yang melekat kepadanya, misalnya apa agamanya, marganya dan warna kulitnya. Marilah kita menerima sesama manusia sebagai manusia yang seutuhnya. 3. Demikian halnya dengan hubungan manusia dengan Tuhan. Marilah kita renungkan, apakah peribadahan kita adalah peribadahan yang sejati ? Atau peribadahan yang kita lakukan selama ini hanya sekedar rutinitas dan legalitas formal belaka ? Apakah perbadahan kita selama ini sudah membangun jiwa yang penuh cinta kasih dan damai sejahtera, atau malah membangun fanatisme yang sempit dan kebencian kepada penganut agama yang lain ? Untuk semuanya ini, berserulah kepada Tuhan dan katakanlah :”KepadaMu, ya Tuhan, aku berseru “. Amin.

Read More......

09 Juni 2010

1

.

Read More......

Hidup itu singkat